Soroti Galian C di Wai Riuwapa, Akademisi Unpatti: Abrasi dan Kerusakan Lingkungan Mengintai

oleh -33 Dilihat
Kepala Pusat Studi Lingkungan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon Dr. Ir. Abraham Tulalessy, M.Si., mengingatkan aktivitas pengambilan material dari badan sungai tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan berpotensi memicu kerusakan ekologis yang dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Porostimur.com, Piru — Persoalan dugaan aktivitas galian C di Kali Wai Riuwapa, Desa Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), tak lagi sekadar menyangkut soal legalitas kegiatan. Dampak pengerukan batu dan pasir terhadap sungai, lahan masyarakat, hingga infrastruktur di sekitar kawasan mulai menjadi perhatian serius kalangan akademisi.

Kepala Pusat Studi Lingkungan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon Dr. Ir. Abraham Tulalessy, M.Si., mengingatkan aktivitas pengambilan material dari badan sungai tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan berpotensi memicu kerusakan ekologis yang dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Dalam rilis yang diterima Porostimur.com, Selasa (11/8/2026), Tulalessy menjelaskan pengerukan material sungai dapat memengaruhi proses abrasi atau pengikisan badan sungai akibat aliran air.

Baca Juga  Kapolres Halsel Imbau Warga Perketat Kewaspadaan di Tengah Cuaca Panas

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan sedimentasi dan secara perlahan mengubah karakteristik maupun keseimbangan sungai.

“Pengerukan batu dan pasir di sungai sangat berpengaruh pada abrasi sungai atau pengikisan oleh aliran air sungai sehingga berdampak pada tingkat sedimentasi yang tinggi,” jelas Tulalessy.

Ia menambahkan, pengikisan yang berlangsung terus-menerus dapat mengancam lahan produktif masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai.

No More Posts Available.

No more pages to load.