Porostimur.com, Ambon – Pemerintah menargetkan seluruh desa dan dusun di Provinsi Maluku dapat menikmati akses listrik secara menyeluruh pada 2029 hingga 2030. Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan infrastruktur energi, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Target itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, saat memberikan pengarahan pada Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar di Kota Ambon, Sabtu (7/11/2026).
“Saya targetkan di Provinsi Maluku, 2029-2030 harus semua desa di wilayah Maluku sudah teraliri listrik,” kata Bahlil, sebagaimana dikutip dari Antara.
Menurut Bahlil, pemerataan akses listrik masih menjadi pekerjaan besar pemerintah. Sebab, hingga kini masih terdapat sejumlah wilayah di Maluku yang belum menikmati layanan kelistrikan secara memadai.
Pulau Run Jadi Gambaran Ketimpangan Akses Listrik
Bahlil mengaku prihatin dengan kesenjangan pembangunan infrastruktur energi di Maluku. Ia mencontohkan kondisi Pulau Run di Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, yang hingga saat ini belum menikmati pasokan listrik selama 24 jam penuh.
“Kenapa saya bilang begini? Baru tahun lalu saya ke Pulau Run di Banda Neira dan mereka belum menikmati listrik 24 jam. Padahal di zaman Belanda dulu, pulau ini pernah ditukar dengan Manhattan di Amerika Serikat. Sekarang Manhattan sudah maju pesat, sedangkan di Pulau Run listrik saja belum memadai,” ujarnya.









