Belanda Jadi Favorit, Belgia Melaju

oleh -82 views

Oleh: Asghar Saleh, Politisi dan Pengamat Sepakbola

Absen di dua turnamen besar, Piala Eropa 2016 dan Piala Dunia 2018 tak menjadi alasan bagi Belanda untuk kembali jadi favorit. Sepanjang babak penyisihan grup C, anak asuh Frank de Boer tampil sangat meyakinkan dengan menyapu tiga kemenangan. Jadi tim terproduktif selama babak penyisihan Euro 2020 dengan mencetak delapan gol. Hanya kemasukan dua gol. Dua gol yang dibuat Ukraina, tim dengan ciri khas Eropa Timur, mengandalkan fisik dan sedikit ketrampilan pemain mengikuti arahan Choach Andri Shevchenko.

Menurut saya, yang menarik diperhatikan adalah permutasian pemain yang dicari de Boer selama penyisihan grup. Saat menghadapi Ukraina, Belanda tetap bermain dengan ciri khas selama ini, 3-5-2. Lini pertahanan pada pola ini bertumpu pada tiga bek yang harus sehati dan memiliki visi bermain yang sama. Jika salah melangkah, fatal akibatnya bagi gawang yang dijaga Martin Stekelenburg. Belanda saat itu menurunkan Jurrien Timber, Stefan de Vrij dan Daley Blind. Hasilnya, dua gol dari Ukraina terjadi lewat open play dan set piece. Sangat terlihat lini pertahanan mudah ditembus. Minim koordinasi.

Baca Juga  Yamaha Luncurkan Skutik Retro Baru, Harganya Rp 14 Jutaan

De Boer kemudian melakukan perubahan. Bek mahal Juventus, Mathijs de Ligt dimainkan saat melawan Austria. De Ligt bersama de Vrij (Inter Milan) yang teruji di Serie A terbukti tangguh bila dimainkan bersama bek senior Daley Blind. Trio ini tak tergantikan. Itulah mengapa, Belanda tak kebobolan saat melawan Austria dan Makedonia Utara. Masalah lini pertahanan sudah didapat solusinya.