Komposisi ini akan tetap paten saat Belanda menghadapi Ceko di Ferenc Puskas Arena nanti malam. Ketiganya akan mampu meredam pergerakan Patrick Schick, penyerang asal Bayern Leverkusen yang telah bikin tiga gol. Schick sejauh ini tampil flamboyan. Semua gol Ceko adalah kontribusinya. Efeknya, Ceko jadi tim yang seimbang karena selain bisa bikin gol, mereka juga termasuk tim yang sedikit kebobolan.
Jika urusan pertahanan beres karena dua bek sayap Denzel Dumfries dan Patrick van Anhoult juga tak akan tergantikan – ada juga opsi memainkan bek sayap City, Nathan Ake – tugas lini tengah Belanda adalah mematikan supply bola dari Tomas Saucek. Pemain West Ham ini piawai membangun serangan dari tengah bersama gelandang serang milik Ceko, Vladimir Derida. Saya berharap bintang Atalanta, Marten de Roon fit dan bisa bermain. Perannya sebagai gelandang angkut air sangat krusial karena Frankie de Jong di posisi yang sama akan bermain lebih sebagai gelandang boks to boks. Ritme bermain Belanda sepenuhnya ada di kaki de Jong. Jika lini tengah aman, pergerakan kapten Gini Wijnaldum akan lebih ke depan mencari celah kosong yang ditinggalkan Memphis Depay untuk bikin gol.
Wijnaldum sudah bikin tiga gol. Sang kapten jadi pemain penting di sisi ofensif Belanda. Kebiasaanya menusuk ke kotak penalti dan second line terbukti selalu berujung gol. Ia bisa jadi opsi memecah kebuntuan jika Depay di jaga ketat. Peran yang lebih ofensif juga diharapkan mampu dimainkan oleh Wout Weghorst untuk membuka ruang. Secara statistik, akan menarik melihat aksi Belanda sebagai tim dengan memasukan gol terbanyak melawan Ceko yang sedikit kebobolan.




