Porostimur.com – Jakarta: PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menyampaikan laporan biaya eksplorasi preliminary unaudited pada kuartal III 2021 (Juli-September 2021) Perseroan telah menghabiskan Rp38,11 miliar untuk biaya eksplorasi yang kegiatannya berfokus pada komoditas emas, nikel, dan bauksit.
Dilihat dari laporan Perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/10/2021), kegiatan eksplorasi dilakukan di Pongkor, Jawa Barat; Tapunopaka dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara; Buli, Maluku Utara; dan Tayan, Kalimantan Barat.
Untuk di wilayah Gunung Pongkor, Antam melakukan kegiatan eksplorasi emas. Kegiatan yang dilakukan di antaranya permodelan geologi dan pengeboran.
Sementara itu, eksplorasi nikel Antam yang dilakukan di daerah Pomalaa dan Tapunopaka dilakukan beberapa kegiatan, terdiri atas pemetaan geologi, percontoan core, logging core, pengukuran grid dan reukur, dan pemboran single tube.
Sedangkan di daerah Buli, kegiatan yang dilakukan antara lain pemetaan geologi, percontoan core, logging core, percontoan permukaan, pengukuran lintasan, dan pemboran single tube.
Kemudian, eksplorasi bauksit Antam yang dilakukan di Tayan dilakukan beberapa kegiatan terdiri atas pemetaan geologi, pengukuran grid, pengukuran GPS geodetik, test pit, logging test pit, percontoan test pit, dan percontoan batuan.





