Kemampuannya dalam mengingat dan ketekunannya dalam menuntut ilmu membuat ajaran Islam tetap terjaga hingga kini. Melalui hafalan dan penyampaiannya, banyak generasi setelahnya dapat memahami sunnah Rasulullah SAW dengan benar dan utuh.
Abdurrahman bin Sakhar pernah mengungkapkan tentang dirinya bahwa tidak ada sahabat Rasulullah SAW yang lebih banyak menghafal hadits darinya, kecuali Abdullah bin Amr bin Al Ash. Hal itu karena Abdullah bin Amr memiliki kelebihan bisa menuliskannya, sedangkan Abu Hurairah RA hanya mengandalkan kekuatan hafalannya.
Imam Syafi’i juga memberikan pengakuan terhadap kemampuan Abu Hurairah RA. Ia menyebut bahwa Abu Hurairah adalah orang yang paling banyak hafal di antara seluruh perawi hadits pada zamannya.
Disebutkan bahwa jumlah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA mencapai sekitar 5.300 hadits Rasulullah SAW. Jumlah tersebut menjadikannya sebagai sahabat yang paling banyak meriwayatkan sabda dan ajaran Nabi Muhammad SAW.
Ketika ada yang meragukan kebenaran hadits yang ia sampaikan, Abu Hurairah RA menanggapinya dengan bijak.
Ia menjelaskan bahwa para sahabat Muhajirin banyak disibukkan dengan urusan perdagangan, sedangkan kaum Anshar sibuk mengurus kebun mereka, sementara dirinya adalah orang miskin yang memiliki waktu untuk selalu mendampingi Rasulullah SAW dan mengingat setiap perkataan beliau.









