Menyerahkan barang atau aset kesayangan demi kebaikan tentu bukan hal yang mudah bagi kebanyakan orang. Namun, hal berbeda justru ditunjukkan oleh seorang sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Thalhah RA.
Sebagai salah satu tokoh kaya raya di Madinah, ia rela melepaskan aset paling bernilai dan paling dicintainya demi mengejar rida Allah SWT. Kisah ini pun menjadi teladan tentang keikhlasan dan kedermawanan dalam Islam.
Siapa Abu Thalhah al-Anshari?
Abu Thalhah al-Anshari memiliki nama lengkap Zaid bin Sahl al-Anshari. Ia lahir 585 M dan wafat 654 M di Madinah.
Menukil buku Dikejar Rezeki Dari Sedekah karya Fahrur Muis, M.Ag, Abu Thalhah adalah sosok pengusaha kaya raya dari suku Anshar. Ia terkenal akan ketakwaan, keberanian, dan kedermawanannya.
Rasulullah SAW bahkan menjadikan veteran Perang Badar ini sebagai sahabat dekat. Ia juga diangkat menjadi pengawal karena kesetiaan dan ketegasannya.
Selain dermawan, Abu Thalhah dikenal sangat tekun berpuasa dan selalu menomorsatukan kehidupan akhirat dibanding duniawi.
Keistimewaan Kebun Bairuha
Di antara sekian banyak harta dan kebun kurma yang dimilikinya, ada satu tempat yang paling ia banggakan dan sayangi, yakni Kebun Bairuha.
Dikutip dari buku 365 Kisah Pengantar Tidur Islami oleh Erna Fitrini, Kebun Bairuha memiliki nilai emosional dan spiritual yang sangat tinggi. Pertama, lokasinya strategis dan terletak di depan Masjid Nabawi.









