Afrida Erna Ngato: Suara Perempuan dari Maluku Utara yang Dikepung Tambang

oleh -120 views

“Ini bukan hanya tentang saya. Saya takut ini dijadikan contoh agar masyarakat adat lain takut bicara,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini hampir seluruh wilayah di Maluku Utara, yang terdiri dari pulau-pulau kecil, telah terpapar aktivitas pertambangan emas dan nikel.

“Setiap hari saya terima laporan baru. Ada dari Suku Ohonga Namanyawang dan komunitas lainnya. Ini krisis,” katanya.

Dalam harapannya kepada PBB, Afrida meminta agar dunia internasional ikut menyoroti situasi di Maluku Utara.

“Kami ingin Maluku Utara kembali sebagai pulau rempah, bukan dijadikan pulau tambang,” tegasnya. (red)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.