5 Kegagalan Gubernur Sherly Tjoanda Lindungi Rakyat Malut dari Ekspansi Oligarki Tambang

oleh -7,116 views

Porostimur.com, Sofifi – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menghadapi kritik tajam terkait perannya dalam ekspansi industri tambang di wilayahnya. Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Maluku Utara Julfikar Sangaji, mengatakan, kepemimpinan Sherly justru memperburuk kondisi warga dan lingkungan hidup.

“Salah satu contohnya terjadi di Maba Sangaji, Halmahera Timur, di mana Sungai Sangaji—sumber kehidupan warga—tercemar akibat operasi tambang nikel oleh perusahaan seperti PT Weda Bay Nickel dan PT Position,” ujarnya, Sabtu (31/5/2025).

Berikut lima poin utama yang mencerminkan kegagalan Sherly Tjoanda dalam melindungi kepentingan rakyat dari dominasi oligarki tambang yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber terpercaya:

1. Keterlibatan Langsung dalam Bisnis Tambang

Investigasi Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) mengungkapkan bahwa Sherly memiliki keterkaitan langsung dengan enam perusahaan berbasis lahan, termasuk PT Indonesia Mas Mulia dan PT Amazing Tabara yang bergerak di sektor emas, serta PT Karya Wijaya dan PT Bela Kencana di sektor nikel.

Kepemilikan saham mayoritas di perusahaan-perusahaan ini menimbulkan konflik kepentingan yang serius dalam pengambilan kebijakan lingkungan dan pertambangan.

Baca Juga  Peringati Hari Kartini ke-147, Pemkab Kepulauan Sula Dorong Pemberdayaan Perempuan

2. Janji Pelestarian Lingkungan yang Tidak Terbukti

Dalam debat Pilkada 2024, Sherly menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan. Namun, kenyataannya, aktivitas pertambangan yang merusak lingkungan terus berlangsung tanpa tindakan tegas dari pemerintah provinsi. Hal ini menunjukkan ketidaksesuaian antara janji politik dan implementasi kebijakan.

No More Posts Available.

No more pages to load.