Ahlan Wa Sahlan Prabowo Sang Rajawali!

oleh -176 views
Syahganda Nainggolan

Oleh: Dr. Syahganda Nainggolan, Sabang Merauke Circle

Mahkamah Konstitusi sudah memutuskan Prabowo Subianto sah sebagai Presiden RI ke delapan. Itu adalah takdir Prabowo yang biasa dipanggil 08 oleh koleganya. Keputusan MK ini diterima dalam “mix feeling” di masyarakat. Sebagiannya total kecewa, sebagian lainnya cukup puas karena ada 3/8 hakim yang “dissenting opinion”, sedangkan Prof. Din Syamsuddin, tokoh sentral dalam demo-demo di depan MK belum ada opininya, mungkin karena ambruk ketika orasi di sana kemarin. (Sedikit saya sebut Prof. Din ini karena sejarah mencatat bahwa dialah tokoh utama dan pertama yang menjadi sekutu Prabowo di era Orde Baru, ketika keduanya membangun “Think Tank” CPDS (Center For Development Studies) untuk membendung pengaruh CSIS dan Benny Moerdani dalam kekuasaan Soeharto, kala itu.)

Baca Juga  JPPR Nilai KPU Maluku Utara Boros Anggaran

Saya adalah orang yang turut mengucapkan selamat kepada Prabowo Subianto. Kontestasi politik elektoral adalah milik parpol dan paslon. Baik parpol dan paslon sudah mengucapkan selamat kepada Prabowo. Jadi selayaknya semua pihak berpikiran yang sama.

Di luar politik elektoral, posisi saya sudah saya sampaikan sebulan lalu pada pertemuan INDEMO (Indonesia Democracy Watch) pimpinan dr. Hariman Siregar. Hariman ingin dan aktivis ingin mengetahui pikiran dan perasaan saya sebagai salah satu pentolan 01. Saat itu saya mengatakan bahwa kehadiran Prabowo sebagai Presiden RI adalah jalan terbaik mengakhiri kekuasaan Jokowi di Indonesia. Problem bangsa ini akan jauh lebih ringan di tangan Prabowo dibanding Jokowi. Beberapa aktivis kala itu belum terima statemen saya, seperti Ariady Ahmad dan Hatta Taliwang. Namun, saya menimpali bahwa mengakui kepemimpinan Prabowo bagi aktifis yang terbaik adalah menjadi oposisi. Bedanya, di era Prabowo aktifis menjadi “Oposisi Konstruktif”.

No More Posts Available.

No more pages to load.