AI Ubah Pola Serangan Siber, Wamenkomdigi: Waspadai Zero Click Attack!

oleh -201 views

AI Bikin Penipuan Makin Personal dan Psikologis

Selain aspek teknis, Nezar menyoroti bahwa ancaman siber berbasis AI kini menyasar sisi emosional dan psikologis masyarakat. Teknologi AI memungkinkan pemalsuan identitas secara sangat meyakinkan, baik melalui visual maupun suara.

“Sekarang wajah dan suara kita bisa ditiru. Penipuan jadi sangat personal. Banyak korban jatuh karena percaya pada orang yang mereka kenal,” ujarnya.

Kondisi ini, menurut Nezar, membuat metode perlindungan konvensional yang selama ini diandalkan masyarakat semakin rapuh dan mudah ditembus.

Password Terancam Tak Relevan di Era Pascakuantum

Nezar juga mengingatkan bahwa perkembangan AI yang dikombinasikan dengan riset komputasi kuantum berpotensi membuat sistem keamanan lama, seperti kata sandi, menjadi tidak lagi efektif.

“Password yang kita buat hari ini pada akhirnya bisa menjadi tidak bermakna. Dunia sedang bergerak ke era pascakuantum,” tegasnya.

Baca Juga  Oknum Bhayangkari di Halmahera Tengah Dilaporkan atas Dugaan Penggelapan Dana Arisan Rp800 Juta

Peringatan tersebut disampaikan Nezar saat membuka Workshop Cybersecurity di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Komdigi Yogyakarta, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (31/1/2026).

“Selama kita terkoneksi, tidak ada kata aman di ruang digital,” lanjutnya.

Kemenkomdigi Dorong Security by Design

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) mendorong penerapan pendekatan security by design, yakni menjadikan keamanan sebagai fondasi utama sejak awal pengembangan sistem digital.

No More Posts Available.

No more pages to load.