Setelah menempuh perjalanan dari Ambon menyeberangi lautan, dilanjutkan perjalanan darat dan terakhir melalui medan menanjak sampai ke Piliana, Widya mengaku haru ketika disambut anak-anak negeri itu.
“Ketika anak-anak bernyanyi dan mengatakan terima kasih mama sudah mangente (menengok) katong (kami), saya merasa sedih. Iya, ini tanggungjawab saya sebaga mama (ibu) mereka untuk datang kemari. Saya sangat bersyukur bisa sampai disini,” ungkapnya.

Widya mengatakan, di Maluku Tengah ada sepuluh desa yang tercatat sebagai locus, ditemukannya kasus stunting. Semenjak didaulat menjadi Duta Parenting Provinsi Maluku, sudah tiga kabupaten disambanginya.
“Tadinya, saat mau menentukan desa mana yang akan saya kunjungi di Maluku Tengah, dari sepuluh desa ini, hati saya selalu ingin datang ke Piliana. Padahal, ibu Kepala Dinas Kesehatan sudah mengingatkan saya, bu Piliana itu jauh. Tetapi kenapa, hati saya mau saja ke Piliana. Saya kira ini pasti karena kehendak Tuhan, kenapa saya harus ke Piliana,” katanya mantap.
Persoalan stunting di Indonesia, termasuk Maluku, masih terus jadi sorotan. Stunting atau kurang gizi kronis ini meningkatkan angka kematian bayi dan anak, serta menyebabkan penderitanya mudah sakit dan memiliki postur pendek saat dewasa.




