Dinamika Internal Belum Tuntas
Sebelumnya, pengamat politik dari FISIP Universitas Pattimura Ambon, Said Lestaluhu, menilai penundaan Musda tidak lepas dari dinamika internal partai yang belum menemukan titik temu.
“Kelihatannya penundaan ini dipengaruhi beberapa faktor. Ada pihak-pihak yang merasa belum siap menerima calon yang tersisa dan membutuhkan legitimasi kuat dari pimpinan pusat,” ujarnya.
Menurut Said, dalam struktur partai yang terpusat, keputusan strategis sangat bergantung pada restu Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Kalau ada penundaan, berarti belum terjadi keseimbangan pandangan. Bisa jadi ada perbedaan sikap akibat mekanisme internal atau faksionalisasi, dan belum ada kesepakatan antara DPD dan DPP,” jelasnya.
Kader Desak Skorsing Dibuka
Di tengah situasi tersebut, lima pengurus kecamatan DPD II bersama Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Ambon mendatangi Sekretariat DPD I Golkar Maluku untuk mendesak agar skorsing Musda segera dibuka.
Mereka mempertanyakan alasan penundaan yang disampaikan Ketua Harian DPD I Golkar Maluku, Ridwan Marasabessy, yang merujuk pada keputusan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
“Kami datang ingin mempertanyakan alasan penundaan Musda. Bagaimana Musda bisa dipending, sementara semua proses sudah sesuai mekanisme dan AD/ART. Ini ada apa?” tegas Ketua Pengurus Kecamatan Leitisel, Leonard Leiwakabessy.











