Porostimur.com, Jakarta – Kementerian Keuangan Republik Indonesia menunda konferensi pers APBN KiTa periode Maret 2026 yang semula dijadwalkan pada akhir April. Agenda pemaparan kinerja fiskal tersebut kini dijadwalkan ulang pada Rabu (6/5/2026).
Penundaan ini dilakukan setelah rencana konferensi pers yang awalnya akan digelar secara luring pada Rabu (29/4/2026) di Gedung Djuanda I dibatalkan. Sebagai gantinya, informasi kinerja APBN sempat dipublikasikan melalui siaran pers dan materi presentasi di situs resmi Kementerian Keuangan.
Dalam keterangan resminya, Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan bahkan meminta media untuk sementara menurunkan materi yang telah beredar, karena penyampaian resmi akan dilakukan pada jadwal baru.
APBN Catat Defisit Rp240,1 Triliun
Berdasarkan data yang sempat dipublikasikan, kondisi keuangan negara hingga 31 Maret 2026 menunjukkan APBN mengalami defisit sebesar Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Dari sisi pendapatan, realisasi mencapai Rp574,9 triliun atau 18,2 persen dari target APBN, dengan pertumbuhan 10,5 persen secara tahunan.
Penerimaan perpajakan menjadi kontributor utama dengan realisasi Rp462,7 triliun, meningkat 14,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.









