Akhir Cerita Bahagia

oleh -155 views

“Jangan niatan pergi dari gue, Nad.”
Aku terpaku. Seumur umur bersama Arlan, dia tak pernah berkata serius. Baru kali ini, dia bilang begitu padaku.
“Gue minta maaf, selama ini gue egois. Gue mentingin diri sendiri, gu-.”
“Arlan.” Aku memotong ucapannya. “Lo hadir di hidup gue udah lebih dari cukup.”
“Makasih buat semuanya.”

“Iya, Arlan. Ini lepas dulu, sesek,” rengekku.
“Gak mau. Gue habis nangis tau.” Bukannya dilepaskan, Arlan malah mencari celah untuk bersembunyi di tubuhku.
Astaga, sejak kapan seorang Arlan, anak nakal, suka menjahili menangis?

Beberapa saat, “Dah, Arlan, lo berat.”
Arlan berdiri tegap. Ia mengusap wajahnya kasar.
Lelaki tinggi, tubuh ideal, rambut botak karena dirazia guru BK tidak meninggalkan satu jengkal kegantengan seorang Arlan.

Baca Juga  Kisah Nabi Idris AS Diangkat ke Langit, Benarkah Tidak Pernah Wafat?

“WOI!” teriak Arlan, dan serempak siswa di lapangan, koridor, di lantai dua menoleh ke arah lelaki aneh itu.
“Gue mau buat pernyataan, hari ini, seterusnya, gue bakal terus sayang, cinta, dan bakal jaga hati gue buat dia.” Arlan tiba tiba menarik tangannku untuk disebelahnya.

“CATET BAIK BAIK DI HP LO PADA, KALAU HARI INI TANGGAL 14 AGUSTUS 2021, GUE BAKAL TERUS CINTA SAMA NADIA. SELAMANYA. DAN INGETIN, KALAU GUE GAK NEPATIN BAKAL TERUS CINTA SAMA NADIA, LO BOLEH PUKUL GUE SEPUASNYA.”

No More Posts Available.

No more pages to load.