Porostimur.com, Sanana — Warga Desa Naflo, Kecamatan Mangoli Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, terpaksa mengambil langkah darurat dengan membangun jembatan seadanya dari batang pohon kelapa. Upaya swadaya ini dilakukan setelah akses jalan utama di desa tersebut terputus akibat banjir yang melanda wilayah itu beberapa pekan lalu.
Jalan yang terputus berada di Dusun II, RT 05, dan merupakan jalur vital penghubung warga menuju desa tetangga serta ke pusat Kecamatan Mangoli Timur. Terputusnya akses ini membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama yang berkaitan dengan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik.
Inisiatif Warga Demi Kelancaran Aktivitas
Salah satu warga, Aklibas Liamanu, yang menjadi penggagas pembangunan jembatan darurat tersebut, mengatakan bahwa langkah ini merupakan inisiatif bersama demi menjaga mobilitas warga tetap berjalan.
“Kami mengambil tindakan ini supaya akses ke desa tetangga tidak menyulitkan warga saat melintas,” ujar Aklibas, Minggu (19/1/2026).
Menurutnya, jembatan darurat ini sangat dibutuhkan karena menjadi jalur utama bagi masyarakat yang hendak mengurus berbagai keperluan penting.
“Katong bikin jembatan ini supaya orang yang mau ke kecamatan atau ke pelabuhan feri menuju ibu kota kabupaten bisa lewat dengan mudah, termasuk urusan-urusan lain di sekitar kecamatan,” jelasnya.









