Porostimur.com, Los Angeles – Gelombang protes terhadap kebijakan imigrasi kontroversial Presiden Donald Trump menyebar luas di berbagai kota besar Amerika Serikat (AS). Dari pantai barat hingga timur, ribuan warga turun ke jalan, menentang tindakan keras otoritas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) dan menuntut pembebasan para imigran serta demonstran yang ditahan.
Melansir AP, Rabu (11/6/2025), di Seattle, sekitar 50 mahasiswa dari kelompok Students for a Democratic Society Universitas Washington memadati area luar gedung pengadilan imigrasi pada Selasa (10/6/2025). Mereka membawa spanduk bertuliskan “Bebaskan Semua!” dan “Hapuskan ICE,” sambil menabuh drum sebagai simbol perlawanan.
Tak jauh berbeda, situasi di San Francisco juga memanas. Sekitar 200 demonstran berkumpul di luar pengadilan imigrasi, menyuarakan kemarahan mereka atas penangkapan ratusan pengunjuk rasa pada hari-hari sebelumnya.
Catatan kepolisian menyebut lebih dari 150 orang ditahan setelah demonstrasi berubah menjadi kekacauan. Sejumlah kendaraan, termasuk milik polisi, menjadi sasaran vandalisme. Dua petugas dilaporkan terluka akibat bentrokan tersebut.
Aksi serupa terjadi di Austin dan Dallas, Texas. Massa melempar batu dan botol ke arah petugas, yang akhirnya menangkap sejumlah demonstran.









