Aksi Saling Gempur Bikin Myanmar Jadi Mirip Zona Tempur

oleh -40 views

Beberapa dari barikade itu terbakar, menyebabkan asap hitam tebal membumbung di atas jalan-jalan yang kini mulai sepi. Sejumlah pengunjuk rasa melemparkan bom bensin ke pasukan keamanan, sembari bersembunyi di balik tameng rakitan.

Di daerah pemukiman di kota lainnya, sebuah rekaman video yang diverifikasi oleh AFP menunjukkan tembakan-tembakan terus dilepaskan tanpa henti dalam kurun waktu sekitar 15 detik.

Arus informasi mulai melambat karena junta militer membatasi penggunaan internet sejak Senin (15/3) dini hari. Bahkan setiap malam, selama 8 jam, akses internet mati total.

Menurut kelompok pemantau lokal, Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, lebih dari 200 orang tewas dalam kerusuhan anti-kudeta.

Insiden itu membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk kematian demonstran di Myanmar, dan menambahkan bahwa mereka mengkhawatirkan laporan penyiksaan dan kematian bagi mereka yang ditahan.

Baca Juga  Salah Satu Pelaku Penikaman Nus Kei Ternyata Atlet MMA Berjuluk “Key Bad Boy”

“Jumlah korban tewas melonjak selama sepekan terakhir di Myanmar, di mana pasukan keamanan telah menggunakan kekuatan mematikan secara agresif terhadap pengunjuk rasa damai,” kata juru bicara kantor hak asasi PBB Ravina Shamdasani kepada wartawan.

“Laporan penyiksaan yang sangat menyedihkan di dalam tahanan juga telah muncul.”