Setelah diantarkan tepat di depan rumah kontrakan, risha segera turun dan membuka pengait helmnya itu untuk dikembalikan ke ojek online itu
“Makasih pak ini helmnya dan uangnya untuk kembalian ambil aja”
“Matur nuwun kembali neng cantik kalau gitu bapak pergi dulu”.
Risha masuk ke dalam kontrakanya dengan langkah lunglai tiba-tiba ia merasakan pusing di kepalanya, segerlah ia ke kamar untuk mengambil kotak obat. Ini kebiasaan buruk risha ia selalu saja lupa makan malam saat di kantor dan berujung risa sendiri yang menderita sekarang.
Ritual mandi sudah selesai dan sekarang risha sedang duduk di meja makan sembari menopang dagu melihat ke arah makanan yang sudah lahap dihabiskan, telepon yang dia genggam bergetar tanda panggilan masuk. Dilihatnya “Bagaku” recalling, dengan menekan tombol hijau sang penelepon sudah terhubung.
“Malam cantiku capek banget pasti pulang kerja”
“Iya ga ternyata maghku kumat lagi lupa makan malam”. keluh risha
“Kebiasaan deh kamu suka telat makan sayang”. ucap baga melemah.
“Ohiya ada apa ga?”
“Umm aku mau ngomong sesuatu sama kamu dan ini serius”
“Ngomong aja Ga”. sahut risha dengan curiga
“Kayaknya kita ga perlu lagi lanjutin hubungan ini, mendadak besok aku harus ke semarang diminta bunda buat nentuin tanggal pertunangkan aku sama vanya”




