Bumi berputar pada porosnya, begitu juga matahari dan planet-planet lainnya. Semua bergerak dengan ketentuannya sendiri. Lantas bagaimana perhitungan bumi berputar atau waktu yang dilakukan bumi dalam perputaran di porosnya tersebut?
Perhatikan firman Allah Subhanahu wa ta’ala berikut :
هُوَ الَّذِىۡ جَعَلَ الشَّمۡسَ ضِيَآءً وَّالۡقَمَرَ نُوۡرًا وَّقَدَّرَهٗ مَنَازِلَ لِتَعۡلَمُوۡا عَدَدَ السِّنِيۡنَ وَالۡحِسَابَؕ مَا خَلَقَ اللّٰهُ ذٰلِكَ اِلَّا بِالۡحَـقِّۚ يُفَصِّلُ الۡاٰيٰتِ لِقَوۡمٍ يَّعۡلَمُوۡنَ
“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang yang mengetahui.” (QS Yunus [10]: 5)
Penjelasan Al-Qur’an inilah, yang menjadi pemikiran Al Battani, seorang ahli astronomi dan matematikawan Muslim yang berpengaruh pada abad pertengahan, yang hidup tahun 850-932 M.
Al Battani menjadi ilmuwan pertama yang berhasil menentukan secara tepat perhitungan waktu dalam satu tahun yang terdiri dari 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik.









