Oleh: Ahmad Ibrahim, Wartawan Senior
WARGA Kota Ambon tiba-tiba dibuat kaget. Sebab seketika aliran listrik PLN se-Kota Ambon sejak Minggu subuh, (8/5/22), mendadak mati total berjam-jam.
Ini untuk kali pertama sejarah pemadaman aliran listrik terparah setelah lima tahun kita tak pernah mengalami mati lampu menyusul beroperasinya kapal pembangkit listrik bernama Karadeniz Powership Yasin Bey Marine Vessel Power Plant (MVPP) di Kota Ambon, Februari 2017, lalu.
Awal terparah setelah kapal pengganti MVPP asal Turki itu meninggalkan Pulau Ambon dan digantikan oleh kapal sejenis Made in Indonesia hasil kolaborasi dua BUMN yakni PT PLN melalui anak perusahaannya PT Indonesia Power dengan PT PAL Surabaya yang diberi nama Barge Mounted Power Plant (BMPP) berkapasitas 60 MW itu.

Dibanding kapal milik Turki yang berkapasitas 120 MW kapal pembangkit listrik buatan anak negeri itu ternyata belum maksimal menjawab kebutuhan pasokan listrik. Faktanya masih menyisakan persoalan menandai padamnya aliran listrik yang dilakukan secara bergilir itu.
Pemadaman hari kedua saya rasakan saat usai mengikuti acara Pukul Manyapu di Desa Morella, Senin, (9/5/22).
Saat menjelang magrib tiba seketika lampu padam. Kawasan penduduk yang ramah dan bersahaja itu seketika gelap-gulita.








