Ia juga berbicara kedepan tentang pentingnya alih teknologi kelistrikan di Indonesia dengan pola kerjasama antara PT PLN bersama perusahaan keluarga Yasin Bey itu.
“Kami siap mentrasfer alih teknologi kelistrikan yang kami miliki. Ilmu yang kami dapatkan melalui kapal pembangkit listrik Karadeniz Powership Yasin Bey MVPP ini siap kami tularkan,” ujar Ufuk Berk.
Ia mengatakan, potensi Indonesia dengan wilayah kepulauan mestinya harus mengembangkan industri kelistrikan menggunakan teknologi kapal pembangkit listrik.
Bagi Ufuk Berk, Maluku harus melakukan kolaborasi ini karena sangat efektif. Tentu dengan jenis dan kapasitas kapal yang berbeda sesuai kebutuhan. Selain mengurangi konflik kepentingan dalam hal pembelian mesin dan pembebasan lahan.
“Jika saja pembangkit listrik melalui kapal ini dikembangkan maka tak ada lagi peluang spekulasi baik menyangkut pembelian lahan maupun lainnya,” ujar Ufuk Berk.
Kini setelah lima tahun masa kontrak usai, Februari 2022, kapal listrik yang berlabuh di bibir pantai Desa Waai, Pulau Ambon, itu tak lagi kelihatan.
Sabtu, (7/4/22), saya pernah mencoba melewati pesisir Desa Waai dari arah Tulehu untuk menikmati hari libur di bibir Pantai Liang nan eksotik itu.








