“Sekali tarikan bahan bakar mesin yang dikeluarkan relatif kecil. Tapi energi listrik yang dihasilkan jauh lebih besar. Dari kapal ini pula melalui alat kontrol komputer kami bisa mendeteksi tingkat pencurian aliran listrik,” ujarnya.
Dari beliau saya baru tahu pula jenis-jenis dan tingkat kehalusan bahan bakar minyak. Dari deretan bahan bakar minyak, jenis bahan bakar Avtur yang digunakan pesawat termasuk bahan bakar minyak paling halus.
Disusul Bensin lalu diikuti oleh Solar. Dan yang paling rendah adalah bahan bakar minyak mentah yang masih dalam bentuk fosil.
Dari deretan bahan bakar minyak yang digunakan kapal Turki untuk pembangkit listrik itu bukan Solar murni. Tapi bahan bakar minyak mentah yang telah diolah menjadi setengah solar masih dalam bentuk fosil atau Heavy Fuel Oil (HFO).
Bahan bakar itu dibeli pada kilang minyak di Singapura lalu dibawa ke Ambon untuk digunakan pada kapal pembangkit listrik Karadeniz Powership Yasin Bey Marine Vessel Power Plant itu.
Dengan menggunakan kapal pembangkit listrik, kata Ufuk Berk, konflik kepentingan terkait pembebasan lahan untuk pembangunan listrik yang berlokasi di darat relatif tidak terjadi karena tak ada lagi lahan yang jadi rebutan.








