Mengapa Kota Ambon merayakan hari jadinya setiap 7 September? Apa yang sebenarnya terjadi pada 7 September 1575? Siapa yang menetapkan tanggal tersebut? Dan mengapa kemudian muncul bukti sejarah yang menunjuk 25 Maret 1576 sebagai momentum kelahiran entitas Kota Ambon?
Porostimur.com, Ambon — Setiap 7 September, Kota Ambon merayakan hari jadinya. Upacara digelar. Ucapan selamat bertebaran. Usia kota dihitung berdasarkan angka 1575. Pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat dan generasi muda kembali mengulang narasi yang sama: Ambon lahir pada 7 September 1575.
Tahun ini, Kota Ambon kembali memperingati hari jadinya. Namun, ada satu pertanyaan mendasar yang selama puluhan tahun nyaris luput dari perhatian publik: Apa sebenarnya yang terjadi di Ambon pada 7 September 1575?
Pertanyaan itu bukan sekadar soal tanggal. Ia menyentuh fondasi bagaimana sejarah Kota Ambon ditulis, diwariskan dan kemudian dilegitimasi sebagai identitas sebuah kota.
Sebab, semakin ditelusuri, semakin terlihat bahwa 7 September dan 1575 berasal dari dua konteks sejarah yang berbeda.
Tahun 1575 berkaitan dengan periode pembangunan benteng Portugis di kawasan Honipopu yang kemudian dikenal sebagai Kota Laha.
Sementara tanggal 7 September justru berkaitan dengan sebuah momentum politik-administratif yang terjadi hampir tiga setengah abad kemudian, yakni 7 September 1921.









