Ia menambahkan, filosofi wakaf mengajarkan nilai dasar kemanusiaan: yang kuat membantu yang lemah. Nilai inilah yang ingin dihidupkan kembali dalam konteks pembangunan Kota Ambon hari ini.
Wakaf Produktif sebagai Motor Ekonomi Umat
Lebih jauh, Wali Kota menilai wakaf produktif dapat menjadi motor penggerak ekonomi berkelanjutan. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh generasi saat ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang.
“Melalui pengelolaan aset wakaf yang terintegrasi dan produktif, dikelola secara kelembagaan sesuai syariat Islam dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, kita berharap dapat membantu meningkatkan kesejahteraan umat,” jelasnya.
Bodewin juga mengaitkan program Kota Wakaf dengan berbagai capaian Pemkot Ambon sebelumnya, seperti pembentukan Kampung Moderasi Beragama di Desa Wayame, Kampung Zakat di Dusun Keranjang, tingginya Indeks Toleransi Kota Ambon, hingga penghargaan dari Baznas RI.
“Ini patut kita syukuri. Lewat program ini, Pemkot kembali mendukung tugas Pemerintah Pusat dan Kementerian Agama. Kami mengapresiasi dan berterima kasih, semoga dengan Kick Off ini potensi wakaf dapat dikelola lebih baik dan berdampak luas bagi warga Ambon,” tandasnya.
Wakaf Uang, Dari Langkah Sederhana untuk Dampak Besar
Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa program Kota Wakaf memiliki dua fokus utama. Pertama, evaluasi pengumpulan dana sosial keagamaan. Kedua, percepatan pemanfaatan dana tersebut—khususnya wakaf—agar benar-benar memberi kesejahteraan bagi masyarakat.











