AMGPM Turun ke Jalan, Serukan Damai dan Penegakan Hukum di Tengah Konflik Maluku

oleh -14 Dilihat
Ratusan kader Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) turun ke jalan secara serentak pada 25 September 2026. Aksi yang berlangsung di Kota Ambon dan 11 kabupaten/kota di Maluku itu membawa pesan tentang kemanusiaan, perdamaian, keadilan dan penegakan hukum.

Porostimur.com, Ambon — Ratusan kader Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) turun ke jalan secara serentak pada 25 September 2026. Aksi yang berlangsung di Kota Ambon dan 11 kabupaten/kota di Maluku itu membawa pesan tentang kemanusiaan, perdamaian, keadilan dan penegakan hukum.

Aksi tersebut dinilai menjadi catatan penting dalam perjalanan AMGPM. Sejak organisasi pemuda GPM itu berdiri pada 27 Maret 1933, aksi turun ke jalan secara serentak seperti ini disebut menjadi momentum yang berbeda dalam menyuarakan aspirasi masyarakat.

Aksi berlangsung sekitar tiga jam, mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIT, dengan agenda utama menyampaikan pesan moral mengenai kondisi sosial yang berkembang di Maluku.

Baca Juga  49 Ribu Warga Maluku Terancam Kenaikan Muka Air Laut, 31 Ribu Hektare Berisiko Terdampak

Pemerhati sosial budaya Rudy Rahabeat dalam tulisan reflektifnya berjudul “Titah AMGPM: Merawat Damai Dalam Bara” melihat aksi tersebut bukan sekadar mobilisasi massa.

Menurut Rudy, aksi AMGPM dapat dibaca sebagai bentuk partisipasi masyarakat sipil dalam upaya merawat perdamaian sekaligus mendorong penegakan hukum dan keadilan.

Ia mengakui pilihan melakukan long march memiliki risiko pro dan kontra, baik di tengah masyarakat maupun di internal kader. Namun, metode tersebut tetap dapat menjadi sarana menyampaikan pesan kepada para pemangku kepentingan sepanjang dilakukan secara tertib dan bertanggung jawab.

No More Posts Available.

No more pages to load.