Analis Prediksi Dolar AS Berpotensi Tembus Rp18.000, Ini Sederet Dampak Buruknya

oleh -30 views
Nilai tukar rupiah diprediksi masih berada dalam tekanan dalam beberapa waktu ke depan, bahkan berpotensi menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.

“Dampaknya harga-harga akan naik signifikan dan ini membuat masyarakat semakin terbebani,” ujarnya.

Risiko Inflasi dan PHK

Sementara itu, Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menilai pelemahan rupiah berisiko mempercepat inflasi akibat kenaikan biaya impor atau imported inflation.

Menurutnya, kenaikan biaya bahan baku dan logistik akan mendorong pelaku usaha menyesuaikan harga jual lebih cepat kepada konsumen.

“Transmisi kenaikan biaya produksi ke harga barang di tingkat masyarakat akan semakin cepat,” katanya.

Bhima juga mengingatkan, jika kondisi ini terus berlanjut, sektor industri terutama yang bergantung pada bahan baku impor berpotensi melakukan efisiensi hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Tekanan pada Daya Beli

Lebih lanjut, ia menilai kelompok masyarakat menengah ke bawah akan menjadi pihak yang paling terdampak.

Baca Juga  Bupati Ubaid Yakub Undang Mantan Bupati Hadiri Puncak HUT ke-23 Haltim

Selain menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok, kelompok ini juga rentan kehilangan pekerjaan akibat tekanan ekonomi.

“Daya beli masyarakat akan semakin tertekan. Risiko kemiskinan dan pengangguran bisa kembali meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kecenderungan masyarakat kelas menengah ke atas untuk membeli dolar AS sebagai langkah antisipasi justru dapat mempercepat pelemahan rupiah.

“Kondisi ini menciptakan efek spiral, di mana permintaan dolar meningkat dan rupiah semakin tertekan,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.