Dengan kesal karena makannya diganggu oleh istri dengan sungutan tersebut, dengan spontan Ronal pun menarik istrinya masuk ke dalam kamar kemudian mengunci pintu kamar dan memukul dan aniaya sang istri tanpa melihat kondisi istrinya yang sedang menggendong dan menyusui anak kedua mereka masih berumur 8 bulan.
Aksi penganiayaan oleh sang suami, didukung oleh pihak keluarganya sendiri yakni bapak si pelaku sendiri yang berprofesi sebagai sekretaris Desa Batu Putih.
Korban dianiaya oleh pelaku hingga hampir mati, dipukul pada wajah, pada kepala, badan, serta dicekik leher korban dan rambutnya dijambak dan diseret di dalam kamar hingga sipelaku puas.
Ayah pelaku juga ikut campur dalam masalah tersebut, kejadian ini disaksikan oleh warga setempat namun tidak ada seorangpun yang dapat melerai pemukulan dan penganiayaan tersebut karena pelaku dan keluarga selalu mengancam orang yang mencampuri urusan rumah tangganya dengan alat tajam (parang).
“Saat suami saya melakukan aksi biadabnya dia juga berulang-ulang kali mencaci maki saya dan mengatakan “beta (saya) akan kasih mampus ose (kamu) dan kirim pulang ose (kamu) dengan pisang untuk ose (kamu) punya Bapa di Olilit” tutur Mega bersama ayahnya Yulius Batfutu kepada wartawan sambil meneteskan air mata.









