Anos Yeremias Nilai Kebijakan Sistem Barcode Pemerintah Kota Ambon Tidak Populis

oleh -34 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Pemerintah Kota Ambon dianggap tidak populis terkait pembayaran sewa angkot dengan menggunakan sistim barcode yang rencananya akan diterapkan pada seluruh angkutan umum di kota Ambon.

Ketua Komisi III DPRD Maluku, Anos Yeremias mengatakan, kebijakan tersebut sangat merugikan para sopir dan masyarakat pengguna angkutan umum.

“Siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan kalau kebijakan tersebut dijalankan, kebijakan tersebut harus dikaji kembali karena sangat merugikan masyarakat, sebab kebijakan tersebut tidak akan menguntungkan para sopir angkot dan para penumpang,” ungkap Yeremias kepada wartawan di Baileo Rakyat-Karpan, Jumat (29/10/2021).

Yeremias bilang, untuk itu Pemerintah Kota Ambon dapat meninjau kembali kebijakan penggunaan barkot sehingga jangan memberatkan masyarakat yang sekarang sudah terhimpit dengan dampak Covid 19 sehingga membuat masyarakat kesulitan.

“Pemerintah di Kota ini harus populis dan mestinya kebijakan yang dibuat pemerintah bisa memberi ruang untuk masyarakat bisa berkembang dan jangan membuat masyarakat makin hari makin susah dengan kebijakan tersebut,” harapnya.

Baca Juga  Daftar ke Kemenkumham, Berkas PD Kubu Moeldoko Ternyata Tak Lengkap

“Sebagai Ketua Frakai Golkar DPRD Maluku saya menilai kebijakan yang dibuat Walikota Ambon Richard Louhanapessy tidak populer dan bisa saja menguntungkan bank tetentu atau OJK, Dan pada waktu dekat akan dijadwalkan pemanggilan terhadap OJK untuk membicarakan masalah ini,” pungkasnya. (nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.