Porostimur.com, Washington — Pemerintah Amerika Serikat (AS) berjanji mempertahankan dukungan kuatnya bagi Israel. Hal itu disampaikan setelah Perdana Menteri Israel Naftali Bennett dan Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid memutuskan membubarkan parlemen sekaligus membuka jalan bagi negara tersebut menggelar pemilu dini untuk membentuk pemerintahan baru.
“Saya tidak berharap perkembangan politik di Israel akan berimplikasi pada apa yang ingin kami capai bersama dengan mitra Israel kami atau dengan mitra Palestina kami dalam hal ini. Kekuatan hubungan kami tidak tergantung pada siapa yang duduk di Oval Office (Gedung Putih). Ia pun tidak tergantung pada siapa yang duduk di kursi perdana menteri di Israel,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Price kepada awak media, Selasa (21/6), dikutip laman Al Arabiya.
Dia menekankan bahwa AS dan Israel adalah mitra strategis. “Ini akan terus menjadi kemitraan strategis antara kedua negara kami dalam beberapa pekan mendatang, dalam beberapa bulan mendatang saat prosesnya berjalan,” ujar Price mengacu pada perkembangan politik di Israel.
Saat ini Israel dipimpin pemerintahan koalisi hasil gabungan delapan partai dengan haluan serta latar belakang yang berbeda-beda. Partai United Arab List juga tergabung di dalamnya. Koalisi itu dipimpin Naftali Bennett selaku ketua partai Yamina dan Yair Lapid, pemimpin partai Yesh Atid.




