Para peneliti dari Yale School of Public Health’s Humanitarian Research Lab mengungkapkan, kampanye yang dijalankan Rusia tersebut melanggar Konvensi Jenewa dan dapat dianggap sebagai kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan.
Sementara itu, Pemerintah Rusia mengatakan, mereka menerima dan menampung anak-anak dan keluarga mereka yang kabur dari pertempuran di Ukraina. Moskow berkomitmen menjaga anak-anak agar tetap bisa bersama keluarganya.
“Rusia menerima anak-anak yang terpaksa melarikan diri bersama keluarga mereka dari penembakan. Kami melakukan yang terbaik untuk menjaga orang di bawah umur dalam keluarga,” kata Kedutaan Besar Rusia untuk AS dalam sebuah pernyataan, 15 Februari lalu.
Menurut mereka, anak-anak Ukraina yang tak memiliki orang tua dan kerabat karena meninggal atau alasan lain, akan diberikan perwalian.
sumber : Reuters/AP




