Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menegaskan bahwa kedua pihak telah sepakat menghentikan seluruh operasi militer.
“Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon,” ujarnya.
Menurut Sharif, dokumen kesepakatan akan berfokus pada pengakhiran perang serta pembukaan kembali Selat Hormuz. Sementara isu strategis seperti program nuklir Iran akan dibahas dalam perundingan terpisah dalam waktu 60 hari setelah penandatanganan.
Amerika Serikat juga disebut akan mulai melonggarkan sanksi terhadap Iran, termasuk memberi ruang bagi Teheran untuk meningkatkan ekspor minyak guna memulihkan ekonominya yang terpuruk.
Iran Tunda Implementasi Hingga Penandatanganan
Dari pihak Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi membenarkan tercapainya kesepakatan tersebut. Namun ia menegaskan bahwa implementasi belum akan dilakukan sebelum dokumen resmi ditandatangani.
Ia menyebut kesepakatan ini merupakan hasil dari lebih dari 14 jam perundingan intensif di Teheran, yang juga melibatkan Qatar sebagai mediator tambahan.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan persatuan nasional di tengah dinamika politik dalam negeri yang mengiringi proses negosiasi.
“Ini menjadi aib ketika seseorang berdiri di hadapan parlemen dan menyebut para negosiator sebagai pengkhianat,” tegasnya.










