Porostimur.com, Washington — Amerika Serikat (AS) mengklaim memiliki pengaruh penuh terhadap otoritas sementara Venezuela menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Klaim tersebut disampaikan langsung Gedung Putih di tengah rencana Washington mengambil peran dominan dalam pengelolaan sektor minyak negara Amerika Selatan itu.
Dilansir AFP, Kamis (8/1/2026), Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu para eksekutif perusahaan minyak Amerika pada Jumat (9/1/2026) untuk membahas masa depan industri perminyakan Venezuela.
Gedung Putih: Keputusan Venezuela Didikte AS
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt secara terbuka menyatakan bahwa pemerintah AS memiliki kendali maksimal atas pemerintahan sementara Venezuela.
“Jelas kami memiliki pengaruh maksimal atas otoritas sementara di Venezuela saat ini,” ujar Leavitt dalam konferensi pers.
Ia menegaskan, koordinasi antara Washington dan otoritas sementara Venezuela terus dilakukan secara intensif.
“Kami terus berkoordinasi erat dengan otoritas sementara, dan keputusan mereka akan terus didikte oleh Amerika Serikat,” tambahnya.
Trump sebelumnya berulang kali menyatakan bahwa AS akan “menjalankan” Venezuela pasca-penangkapan Maduro, meski Washington tidak menempatkan pasukan militernya secara langsung di negara tersebut.









