Di sisi lain, Taliban juga disebut-sebut mempertahankan relasinya dengan Al Qaeda.
Sejak Taliban mengambil alih Afghanistan, ISIS berulang kali meledakkan bom. Beberapa serangan menargetkan umat Syiah dan etnis minoritas, Hazara di negara itu. Namun, Sanner melihat potensi serangan ke pihak lain.
“Ada beberapa kekhawatiran yang masuk akan bahwa ISIS K pada akhirnya bisa mengalihkan fokus mereka ke plot eksternal, jika Taliban tak mampu menahan mereka,” ucap dia.
Pada 31 Juli lalu, AS berhasil menewaskan Zawahiri dalam operasi khusus. Ketika itu, pasukan Washington menembakkan rudal Hellfire ke apartemen dia.
Setelah insiden tersebut, Taliban murka dan mengecam operasi AS. Washington balik menuding Taliban telah melanggar kesepakatan Doha, dan dianggap mengetahui keberadaan Zawahiri.
Perjanjian Doha itu berisi bahwa Taliban tak akan menampung teroris jika AS menarik diri dari Afghanistan, yang sudah mereka lakukan pada Agustus 2021 lalu.
Sejak Zawahiri tewas, AS dan Taliban terus melakukan pembicaraan, tetapi tak pernah bertatap muka.
(red/cnn-indonesia)




