Porostimur.com, Ambon – Direktur Pascasarjana IAKN Ambon, Agusthina Ch. Kakiay, menegaskan bahwa anak-anak memiliki peran strategis sebagai agen perdamaian, bahkan ketika upaya penyelesaian konflik oleh orang dewasa mengalami kebuntuan.
Hal itu disampaikan dalam orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode I Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium IAKN Ambon.
Dalam paparannya, Kakiay menekankan bahwa perdamaian sejati tidak selalu lahir dari forum formal atau keputusan elite, melainkan dapat tumbuh dari tindakan sederhana yang dilakukan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak menunjukkan bahwa perdamaian bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang menyentuh relasi kemanusiaan,” ujarnya.
Anak sebagai Pemicu Rekonsiliasi
Kakiay mencontohkan aktivitas sederhana seperti berjalan bersama, bernyanyi bersama, hingga membangun interaksi lintas batas sebagai bentuk nyata dalam meruntuhkan sekat konflik.
Ia juga mengangkat kisah rekonsiliasi antara Negeri Nolloth dan Itawaka di Maluku sebagai model konkret. Dalam peristiwa tersebut, ketika orang dewasa mengalami kebuntuan dalam menyelesaikan konflik, justru anak-anak menjadi pemicu terbukanya ruang dialog dan pemulihan hubungan sosial.
Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa anak bukan sekadar pihak yang terdampak konflik, tetapi juga aktor sosial yang mampu menghadirkan harapan baru bagi perdamaian.










