Asal-usul Emas 2,6 Kg Mahkota Kubah Masjid di Pulau Buru yang Hilang Digasak Maling

oleh -252 views
Mahkota kubah emas masjid di Buru, Maluku, raib digasak maling. (Foto: dok. Istimewa)

Porostimur.com, Namlea – Mahkota kubah masjid Masjid Al-Huda di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, berupa emas 2,6 kilogram berlafaz Allah, raib digasak maling.

Emas murni yang diukir menjadi lafaz Allah itu merupakan hasil jerih payah penambang dan warga desa setempat yang disumbangkan menjadi mahkota kubah masjid.

“Jadi warga dan penambang menyisakan rezeki berupa biji emas dari hasil menambang di Gunung Botak. Total sumbangan terkumpul saat itu 2,6 kilogram emas murni setara Rp 3 miliar,” kata Raja Negeri Petuanan atau Desa Kaiely Fandi Ashari Wael, Rabu (6/3/2024).

Melansir detikcom, Fandi menjelaskan inisiatif membuat kepala kubah masjid berhias emas bermula di tahun 2014. Saat itu, Gunung Botak yang masuk petuanan Desa Kaiely, Kecamatan Teluk Kaiely, bermunculan emas.

Raja Desa Kaiely sebelumnya M. Fuad Wael, ayah Fandi kemudian berinisiatif membuat hiasan kepala kubah masjid dari emas Gunung Botak. Hiasan itu juga untuk dijadikan ikon desa.

Baca Juga  Polres Halsel Tegaskan Anggota Tak Terlibat Penarikan Kendaraan Sengketa

“Raja (M. Fuad Wael) mengumpulkan perangkat desa dan warga untuk membicarakan hal tersebut. Dalam rapat terbuka ini semua warga menyetuju inisiatif tersebut,” ungkapnya.

Fandi mengatakan setelah selesai rapat itu, perangkat desa yang ditugaskan khusus mengumpulkan biji emas yang disumbangkan secara sukarela oleh penambang dan warga desa. Setahun berselang, tepat di tahun 2015 emas yang dikumpulkan mencapai 2,6 kilogram.