Selain menjadi stasiun pengisian Bahan Bakar bagi Kapal Perang, pengisian air tawar, bahan makanan, obat-obatan, amunisi dan peralatan kesehatan bagi ABK KRI yang sakit, perbaikan peralatan kapal jika terjadi kerusakan, represi ABK seperti olahraga, pesiar, dan siap melayari laut Indonesia, dermaga tersebut juga dibangun sebagai dermaga pengganti, karena adanya Jembatan Merah Putih yang kini membentang di atas teluk Baguala, yang dapat menggangu layar kapal keluar masuk dermaga Halong.

Aslog menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang bersinergitas dengan instansi terkait untuk membangun dermaga TNI AL Tawiri.
Menurutnya, dermaga Tawiri merupakan tempat strategis untuk mendukung kegiatan operasi-operasi KRI di wilayah Timur Indonesia, terutama digunakan untuk fasilitas sandar kapal-kapal perang milik TNI-AL berukuran besar.
Dermaga Halong akan difungsikan dan ditempati oleh satuan Gugus Tempur Laut (Guspurla) Komando Armada III.
“Kendati sudah diresmikan oleh Menkeu, tetapi kunjungan ini juga untuk melihat kesiapan dermaga Tawiri guna disampaikan kepada pimpinan TNI-AL agar segera diresmikan dan difungsikan sehingga dapat mendongkrak pelaksanaan tugas pokok,” ujarnya.




