Balai Taman Nasional Manusela Amankan 9 Pendaki Liar yang Hendak ke Gunung Binaiya

oleh -333 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Tim Inventarisasi Tumbuhan dan Satwaliar, Balai Taman Nasional (BTN) Manusela memergoki 9 orang di jalur pendakian Gunung Binaya, tepatnya di sekitar Camp Aimoto pada Jum’at 12 Maret 2021 lalu.

Sembilan orang ini terdiri atas 4 orang pendaki dari Jakarta dan Kalimantan, seorang pemandu dari Ambon bernama Ical Pounusa, seorang pemandu dari Negeri Yaputih bernama Rahman dan 3 orang porter juga dari Negeri Yaputih.

Satwaliar, Balai Taman Nasional (BTN) Manusela melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi Porostimur.com, di Ambon, Jum’at (26/3/2021) mengatakan, pendakian yang dilakukan kesembilan orang ini adalah ilegal, karena pendakian ke Puncak Gunung Binaya masih belum diperkenankan dan jalur pendakian masih ditutup.

Baca Juga  Anggran Pilkada Halbar Sudah Cair Rp.14,7 M, Sekda: Akhir Agustus 100 Persen

Oleh sebab itu, Polisi Hutan (Polhut) BTN Manusela yang ada di Tim Inventarisasi meminta para pendaki tersebut untuk turun dan melarang mereka melanjutkan pendakian.

Link Banner

Kepada Balai Taman Nasional Manusela, Ivan Yusfi Noor mengatakan, peristiwa ini menunjukkan bahwa masih ada pendaki gunung yang tidak bertanggungjawab dan tidak taat aturan. Terlebih lagi, mereka ternyata mendaki melalui jalur terlarang yang sudah dinyatakan ditutup oleh Balai Taman Nasional Manusela.

“Dari sini kami berkesimpulan bahwa mereka sebenarnya tahu pendakian masih ditutup, oleh sebab itu ereka sengaja menghindari jalur resmi melalui Negeri Piliana agar bisa masuk secara diam-diam ke jalur pendakian Gunung Binaya,” katanya.

Ivan menjelaskan, BTN Manusela dan Negeri Piliana hingga saat masih sepakat untuk menutup pendakian Gunung Binaya sampai Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah memberikan persetujuan atas dibukanya kembali kunjungan ke obyek-obyek wisata di kabupaten ini, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan setuju mereaktivasi aktivitas wisata alam di taman nasional.

Dikatakan, pendakian ilegal yang dilakukan ke-9 orang harus menjadi pelajaran bagi segenap pendaki gunung, karena bagaimanapun pendaki berada di kawasan konservasi (dalam hal ini Taman Nasional) yang ada pengelolanya dan memiliki aturan-aturan yang harus dipatuhi.

Baca Juga  Aku Bukan Tujuan Pulangmu

“Perbuatan kedua orang pemandu lokal (dari Ambon dan Negeri Yaputih) yang menjanjikan kepada pendaki dari luar bahwa mereka bisa masuk secara diam-diam menghindari petugas dan juga aparat Negeri Piliana adalah perbuatan tercela,” ungkapnya.

Ivan menambahkan, Balai Taman Nasional Manusela sudah memasukkan mereka ke “daftar hitam” orang-orang/pendaki yang dilarang masuk ke Taman Nasional Manusela dan mendaki Gunung Binaya.

“Bagi para pendaki yang berminat mendaki Gunung Binaya kelak jika pendakian sudah dibuka kembali, BTN Manusela meminta tidak menggunakan jasa kedua pemandu yang tidak bertanggungjawab tersebut,” pungkasnya. (red)