Polres Kepsul Tetapkan 4 Tersangka Kasus Pengeboman Ikan di Perairan Taliabu

oleh -81 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Kepolisian Resort Kepulauan (Polres Kepsul), menetapkan empat orang tersangka dalam kasus pengeboman ikan di Pelabuhan Tamping, belakang Pulau Kukusan, Perairan Desa Tamping, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, pada hari Kamis, tanggal 25 Februari 2021, pukul 16.00 WIT kemarin.

Hal itu, disampaikan oleh Kasat Polair, Polres Kepulauan Sula, IPDA. Sofyan kepada para juenalis dalam konferensi pers di Polres Kepsul. Jumat, (26/3/2021).

Sofyan menuturkan, pada hari Kamis tanggal 25 pebruari 2021 sekitar pukul 16.00 WIT, Anggota Sat Polair Polres Kepsul bersama anggota Polsek Taliabu Barat telah melakukan penangkapan (tangkap tangan) terhadap para pelaku penangkapan ikan dengan menggunakan Bahan Peledak.

“Tiga hari sebelumnya kami lakukan pengintalan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap para pelaku tersebut di mana pada saat itu mereka menggunakan perahu bermotor yang sementara sandar/labuh jangkar di sekitar pelabuhan dermaga Tamping Desa Talo Kecamatan Taliabu Barat Kabupaten Pulau Taliabu dengan mengangkut ikan hasil tangkapan mereka,” bebernya.

Link Banner

Sofyan bilang, para pelaku beserta barang bukti lantas dibawa ke Mako Polsek Taliabu Barat untuk dilakukan interogasi atau pemeriksaan awal dan pengembangan, selanjutnya para pelaku beserta barang bukti tersebut dibawa ke Mako Polres Kepsul untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh anggota penyidik unit Gakum Sat Polairud Polres Kepsul.

Baca Juga  Polda Maluku Bacarita Vaksinasi Covid-19

Sofyan menyebut, ada satu unit kapal jenis fiber yang melakukan penangkapan ikan yang disertakan dengan bahan peledak. Dan ada empat orang tersangka yang dimaksud, masing-masing diantaranya berinisial DL, SWA, SAS, dan D.

“Pelaku melanggar Undang No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Jo Pasal 85 Undang Undang No 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan atas Undang Undang No 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan Jo pasal 55 Ayat (1) KUHPIdana,” papar Sofyan.

“Unsur pasal ini juga terpenuhi karena para tersangka tersebut melakukan tindak pidana dimaksud dalam keadaan sadar dan mengerti tentang apa yang mereka lakukan di wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia,” imbuhnya.

Sofyan menjelaskan, unsur pasal ini telah terpenuhi berdasarkan fakta-fakta dan barang bukti yang ditemukan, keterangan para Saksi, Ahli, serta pengakuan para tersangka dalam perkara ini bahwa mereka (para tersangka) pada saat ditangkap telah melakukan penangkapan ikan di wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia dengan menggunakan bahan peledak, alat dan atau cara yang dapat merugikan dan atau membahayakan kelestarian Sumber Daya Ikan dan atau lingkungannya.

Baca Juga  Bupati Kepulauan Sula Lantik 5 Pejabat Esalon Dua

“Unsur pasal ini juga terpenuhi berdasarkan fakta – fakta, keterangan para saksi, keterangan surat berupa hasil pemeriksaan Laboratorium Pengujian Mutu Hasil Ikan Provinsi Malut di Ternate terhadap B8 Ikan dan hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik di Makassar terhadap BB bahan peledak serta pengakuan dari para tersangka dalam perkara ini bahwa ikan tersebut ditangkap dengan menggunakan Bahan Peledak yang membahayakan kelestarian Sumber Daya ikan dan atau lingkungannya. Apa yang dilakukan oleh para tersangka juga sangat merugikan dan membahayakan Kelestarian Sumber Daya Ikan sesuai dengan Keterangan Ahli Perikanan,” ungkapnya.

Sofyan juga bilang, berdasarkan pasal yang ditentukan, tersangka terancam mendapatkan hukuman enam tahun penjara. Meskipun demikian, namun Dia mengaku hasil akhirnya akan berada pada keputusan hakim.

Baca Juga  AJI dan LBH Pers Sikapi Dugaan Kekerasan terhadap Jurnalis Saat Demo RUU Cipta Kerja

“Sesuai dengan ancaman hukuman yang ada dalam Undang-undang, mulai dari pasal 4 itu ancamannya enam tahun penjara, tapi itu pun tergantung keputusan hakim,” tutupnya. (at)