Porostimur.com, Ternate – Keterlambatan layanan rujukan kembali terjadi di wilayah kepulauan Kota Ternate. Seorang ibu hamil, Fadila Wahab (25), terpaksa menunggu lebih dari enam jam sebelum akhirnya dievakuasi ke rumah sakit menggunakan ambulans laut.
Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Moti, Rabu (10/6/2026), dan kembali menyoroti lemahnya sistem pelayanan kesehatan di kawasan Batang Dua, Hiri, dan Moti (BAHIM).
Menunggu 6 Jam karena Ambulans Tak Tersedia
Fadila, warga Kelurahan Tafamutu, tiba di Puskesmas Moti sekitar pukul 08.16 WIT dalam kondisi hamil sembilan bulan. Setelah menjalani pemeriksaan, tenaga medis memutuskan untuk merujuknya ke RSUD Chasan Boesoirie pada pukul 10.02 WIT.
Namun, proses evakuasi tidak bisa segera dilakukan karena ambulans laut yang menjadi satu-satunya armada rujukan tidak berada di lokasi.
Akibatnya, pasien baru dapat diberangkatkan pada pukul 16.07 WIT, atau setelah menunggu selama 6 jam 5 menit.
Pengamat: Bukti Kelalaian Pemerintah
Pemerhati hukum kesehatan, Muis Ade, menilai keterlambatan tersebut sebagai bentuk kelalaian pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan dalam menjamin pelayanan kesehatan yang layak bagi masyarakat kepulauan.
“Pasien ibu hamil sembilan bulan yang sudah diputuskan untuk dirujuk tidak seharusnya menunggu lebih dari enam jam hanya karena ambulans laut tidak tersedia. Ini menunjukkan kegagalan pemerintah dalam menjamin akses pelayanan kesehatan yang cepat dan merata,” tegasnya.










