Bangsa Miring

oleh -455 views

Hatta pernah memperingatkan: kemerdekaan adalah momen keemasan. Tapi apa jadinya emas bila di tangan manusia kerdil? Ia dilebur jadi perhiasan murahan, dijual di pasar gelap kekuasaan. Dari rahim kemerdekaan mestinya lahir manusia besar yang menegakkan arah, tetapi justru keluar manusia kerdil yang sibuk bersembunyi di balik jubah jabatan.

Dan begitulah kita, bangsa miring. Berjalan dengan kepala mendongak, merasa gagah di jalan raya sejarah, padahal langkah selalu menyamping. Tak pernah tegak, tak pernah lurus, tapi tetap merasa sampai tujuan. Ironinya, kita tersenyum dalam kemiringan, bahkan menganggap miring sebagai takdir sekaligus keistimewaan.

Maka jangan heran, saudaraku, bila di negeri ini yang bengkok bisa naik pangkat, yang serong bisa jadi teladan, dan yang lurus malah dianggap pahlawan kesiangan. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.