Porostimur.com | Ternate: Bencana banjir mengepung kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, sejak Rabu (26/8/2020).
Selain melumpuhkan aktivitas produksi, para karyawan juga terpaksa harus dievakuasi. Namun demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Banjir terjadi akibat luapan tiga sungai besar yang berada di sekitar kawasan industri. Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan naiknya debit aliran Sungai Ake Sake, Sungai Lakolamo dan Sungai Wasea.
Ketinggian banjir bervariasi antara 50 centimeter hingga 1 meter. Sejumlah alat berat pun dikerahkan untuk mengatasi banjir. Tidak hanya kawasan IWIP, permukiman warga sekitar juga terdampak banjir.
Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) merupakan kawasan industri terpadu pengolahan nikel dan logam berat di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Kawasan ini termasuk salah satu dari proyek prioritas nasional RPJMN 2020-2024.
Audit Lingkungan

Peristiwa banjir ini menjadi sorotan kalangan aktivis pemerhati tambang.
Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara mendesak Pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk audit lingkungan.
Pasalnya, banjir tidak akan melanda kawasan IWIP jika Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Upaya Kelayakan/Pengelolaan Lingkungan (UKL-UPL) diterapkan secara baik.




