Porostimur.com | Jakarta: Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi Indonesia pada 2019 hanya akan tumbuh 5,05 persen.
Itu artinya, target Presiden Jokowi soal pertumbuhan ekonomi Indonesia tembus di level 7 persen semakin sulit tercapai.
Hal ini jauh dari target pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut, ketidakpastian global jadi faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Keseluruhan tahun dan kuartal III 5,05 persen untuk 2019. Kemarin saya sampaikan kuartal III tapi kalau di jumlah keseluruhan tahun 2019 5,05 persen,” kata Perry seperti melansir suara.com.
Kendati demikian, Perry tetap optimis dengan masa depan ekonomi Indonesia. Bahkan, lanjut dia, dengan pemerintahan yang baru ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,3 persen.
Untuk mencapai angka pertumbuhan itu, ia memiliki lima fokus yaitu pertama, mendorong ekonomi digital. Kedua, mencari pendapatan baru dengan mengembangkan kawasan manufaktur mulai dari otomotif hingga tekstil.
“Ketiga, terus melakukan transformasi ekonomi dengan pemangkasan izin investasi dan juga pengembangan infrastruktur untuk mendorong pengembangan kawasan ekonomi dan pariwisata,” tutur dia.




