Bantuan Penanganan Bencana di Kota Tikep Masih Gunakan Dana DTT

oleh -20 views
Link Banner

Porostimur.com, Tidore – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan masih menggunakan Dana Tak Terduga (DTT) dalam menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana.

Bantuan itu diberikan kepada warga di delapan kecamatan di Kota Tidore Kepulauan dalam jumlah beragam.

Kepala BPBD Kota Tikep Muhammad Abubakar mengatakan, beberapa titik yang menjadi perhatian serius dari BPBD, seperti di Kelurahan Tuguwaji, Cobodoe, Dowora, Soasio, Soadara, dan Dokiri.

“Seperti di Kelurahan Cobodoe, pekerjaannya sudah selesai. Tetapi di Kelurahan Tuguwaji belum bisa ditangani, karena anggaran DTT sudah habis terpakai dalam penggunaan bencana di Kota Tidore Kepulauan,” jelas dia, Kamis (4/8/2022).

Dengan begitu, BPBD tetap eksis mengawal informasi kebencanaan yang berada di Kelurahan maupun desa, karena adalah bahan evaluasi untuk turun ke lapangan.

Baca Juga  Polda Maluku gelar reka adegan penembakan warga Bere-bere

“Yang terjadi di Kelurahan Soadara, ada kerusakan tembok tepi dekat jalan dengan lokasi menuju SMA Muhanmmadiyah 3, dan alhamdulillah pekerjaannya sudah selesai,” katanya.

Muhammad bilang, dalam penanganan bencana yang sudah dikerjakan oleh BPD terhdap warga yang terdampak ini, pihaknya menggunakan Dana Tak Terduga (DTT) yang diperuntuhkan bagi bencana.

“Jadi ada beberapa item kegiatan sudah dilaksanakan, dan sisa anggarannya kami distribusikan ke Kelurahan Soasio sebesar Rp17 juta, Soadara Rp29 juta, dan Dokiri Rp11 juta supaya bisa mendanai kerusakan tersebut,” ucap mantan Kabag Umum Pemkot Tikep ini.

Kerusakan talud yang berada di Kelurahan Tuguwaji itu, lanjut dia, ketika dicek kembali, bantuaannya tidak mencukupi anggaran, karena perhitungannya Rp200 juta, sehingga dialihkan ke kelurahan lain dengan tujuan bisa meminimalisir hal-hal kecil yang berdampak kepada masyarakat.

Baca Juga  Tim KBR Brimob Maluku Semprot Sejumlah Fasilitas Umum dengan Cairan Disinfektan

Sedangkan progres kebencanaan di daratan Oba, seperti di Desa Kusu dan Toburo, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BWS Provinsi Maluku Utara untuk ditangani.

“BWS sudah mulai pekerjaan, dengan jenis kegiatannya, pembuatan bronjong dan membutuhkan biaya yang sangat signitifkan,” pungkasnya.

Untuk penyediaan sangan dan pangan, Muhammad mengakui, belum didistribusi, kecuali di Transmaidi, karena dari pemerintah daerah sudah menurunkan beras kepada warga yang terkena bencana.

Hal yang sama terjadi di Desa Kaiyasa, karena ada luapan air dari sungai yang menyebabkan pemukiman warga tergenang.

“Dari data tersebut, kami akan mengusulkan kepada Pemerintah daerah agar penanganan bencana seperti apa yang menjadi prioritas,” kata Muhammad.

“Kemudian bencana yang berada di Transmaidi, BPBD telah menggunakan alat berat untuk melakukan penggarukan sebagai akses jalan masuk,” imbuhnya.

Baca Juga  Besok, 11 Parpol Bakal Daftar ke KPU sebagai Peserta Pemilu 2024

Muhammad menambahkan, dalam program kebencanaan sebagai progres ke depan, sesuai laporan dari BMKG cuacanya masih sangat ekstrim, mulai dari bulan Juli-Oktober 2022. Sebab ada gelembung di permukaan air laut yang tidak beraturan.

“Kondisi ekstrim seperti itu, maka ini menjadi perhatian Pemerintah daerah, bahwa bencana selalu menghantui masyarakat Maluku Utara, khususnya Kota Tidore Kepulauan,” ujarnya.(Len)

No More Posts Available.

No more pages to load.