Bawaslu Kepsul Bakal Sikapi Dugaan Sosialisasi Pilkada Kadis PMD

oleh -61 views
Link Banner

Porostimur.com| Sanana: Kepsul-Maluku Utara. ketua Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu), Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Iwan Duwila bakal menindak lanjuti dugaan sosilisasi yang dilakukan oleh Kapala Dinas Pemberdayaan Masayarakat dan Desa (Kadis PMD) beberapa hari lalu.

Tindak lanjuti itu apa bila ada laporan masayarkat atau sumber informasi itu benar untuk didiskusikan di bawaslu.

“Apabila ada laporan masayarakat atau temuan yang bawaslu dapatkan sehingga kami di bawaslu mendiskusikan dan berkordinasi dengan Bawaslu Provinsi Maluku Utara, ” kata Iwan saat dihubungi via telpon Rabu (20/11/2019).

Lanjutnya Iwan, misalnya, dugaan sosiliasi yang dilakukan Kadis PMD Fataha umasangaji dengan satatusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) benar ada, maka bawaslu bakal merujuk etika ASN yang diatur dalam Undang-Undang (UU) ASN yang dilarang terlibat dalam politik praktis dan ASN dilarang memihak, jelas Iwan.

“Kalau ASN kita bicara soal etika ASN, misalnya ASN tidak bisa terlibat dalam politik prkatis dan tidak bisa memihak. Makanya kalau ada laporan Masayarakat kami tindak lanjut kemudian kami diskusikan di Bawaslu,” ujar Iwan.

Baca Juga  "Ruang Juara": Melompat dari Ruang Paripurna ke Ruang Publik

“Apakah dia bajalan bagitu dengan satatus PNS atau tidak. Contoh sekarang ini ASN bisa mendaftar di Partai Politik untuk mencalonkan diri sebagai Calon Bupati atau Wakil Bupati tapi simbol-simbol ASN tidak bisa dibawa, misalnya pake baju dinas atau pakai fasilitas negara,” sambung Iwan.


Terpisah, ketua DPD KNPI Kepsul Saiful Sibela menegaskan Bawaslu harus memanggil Fataha umasangaji untuk mempertanayakan status ASN dan jabatannya Fataha sebagai Kadis PMD saat ini. sebab, Polemik yang muncul tentang tulisan dibaliho yang teersebar di beberapa desa saat ini terindikasi politik.

“Dalam penulisan baliho, itu hanya tertulis nama Hendrata Thes (HT) dan Abdul Fatah Umasangaji tanpa jabatan apa-apa dan ada kalimatnya “harapan baru masayarakat desa,” apakah kalimat itu degan jabatan yang dimiliki Pak Kadis saat ini masuk di visi-misi SKPD atau tidak? Ataukah itu program SKPD? Kalau Program SKPD, Implementasi dilapangan seperti apa,” tanya Saiful

Baca Juga  Kangen Bioskop

“Jadi kenapa harus dia (Fataha red) harus dipanggil, karena posisi HT sebagai Bupati dan juga sebagai bakal calon Bupati Periode berikut juga Pimpinan Partai Politik. Kalau yang tertulis di baliho itu semcam program DPMD misal Desa mandiri atau lainnya tidak masalah tapi dibaliho itu tidak ada keterangan pogram seperti itu,” jelasnya.

Saiful menilai, langkah itu untuk mencuri star untuk mengangkat elektabilitas HT sebagai incumbant. Selain itu kata Ipul sapaan akrab, tulisan jaga “HaTi” disatatus akun facebook miliknya, itu menggunakan huruf kapital H dan T menunjukam Headline politik.

Jadi mengelak bagimanpun persepsi publik seperti itu. ada jadwal dan tahapan KPU, kalau seperti itu pihaknya menduga langkah mencuri star itu untuk mengamankan jabatan di DPMD,” ungkapnya, (Raswi)