Beda Kekuasaan dan Kepemimpinan

oleh -227 views
Yusuf Blegur, Kolumnis

Dalam persfektif ideologi apapun negara yang menjalankan sistem ketatanegaraan yang hanya berbasis kekuasaan. Maka yang terjadi tidak lebih dari sekedar pemerintahan yang korup, manipulatif dan represif. Para pemangku kepentingan publik dengan kewenangan dan otoritas penuh, cenderung menanggalkan etika,moral dan hukum dalam fungsi pelayanan dan pengabdian.

Kekuasaan yang dominan diwarnai oleh hawa nafsu yang mengalahkan akal sehat dan nurani. Hanya akan melahirkan realitas betapa berjaraknya nilai-nilai dan tindakan. Terkesan santun dalam ucapan namun gemar membuat laku kebiadaban. Beragama tapi tak bertuhan. Bertuhan tapi seiring itu intens mengingkarinya. Apalagi yang terang-terangan tak beragama dan tak bertuhan, kekuasaan menjadikan dan memperlakukan dirinya laksana Tuhan yang sebenarnya.

Baca Juga  Pemprov Maluku Tertibkan Ratusan Pedagang Liar di Depan Pasar Mardika

Distorsi kekuasaan membuat siapapun yang menggenggamnya, mereduksi kemanusiaannya sendiri. Bahkan tak luput mengabaikan kesadaran transendental dalam hidupnya. Pemegang kekuasaan yang demikian, perlahan tapi pasti telah membunuh potensi kepemimpinan dalam dirinya atau secara komunal yang menopangnya. Tampil tak lebih hanya sebagai penguasa bukan pemimpin.

Peradaban dunia dibelahan manapun lebih banyak mencatat sejarah yang menampilkan hikayat penguasa, bukan pemimpin. Dunia tetap terus berada dalam kegelapan dan kemunduran, meskipun telah lama memasuki zaman pencerahan dan modernitas.

No More Posts Available.

No more pages to load.