BELAIN Dukung Kerjasama Asean di Kawasan Perbatasan

oleh -62 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Pimpinan organisasi Bela Indonesia (BELAIN) memonitor prestasi pemulangan 15 nelayan KM Abadi Indah oleh kapal pengawas Hiu Macan Tutul 02 yang sebelumnya ditangkap tanggal 5 Januari 2020 di wilayah kelautan Malaysia, telah menjadi bukti nyata kerjasama persuasif Kementerian Kelautan dan Perikanan dan bantuan serius Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APPM).

BELAIN juga memantau aksi solidaritas ASEAN lainnya dibuktikan oleh pihak pasukan komando Mindanao Barat (Westmincom) Philipina yang ikut membebaskan 2 nelayan Indonesia, dari 3 orang yang diculik oleh kelompok teroris Abu Sayyaf Group (ASG), pimpinan Khatib Hajan Sawadjaan dan Radulan Sahiron, tanggal 24 September 2019 di perairan Pulau Tambisa, Lahad Datu, Sabah Malaysia.

Baca Juga  Incar Posisi Wabup Kepulauan Sula, Safruddin Umahuk Siap Dipasangkan Dengan Siapa Saja

BELAIN menilai dua aksi popular dan reputasi tersebut sebagai langkah yang baik dalam membangun kerjasama pertahanan dan keamanan di Kawasan Perbatasan negara-negara Asean.

Direktur Bela Indonesia, Abdussalam Hehanussa, melalui siaran pers, Senin (20/1/2020) mengatakan, mendukung penuh langkah-langkah diplomasi Menteri Luar Negeri RI, tindakan persuasi Menteri KKP dan terobosan-terobosan advokasi dalam membela setiap WNI yang menghadapi persoalan hukum, intimidasi kekerasan dan ancaman teroris di wilayah perbatasan kelautan maupun di negara lain.

Link Banner

“Kami mengucapkan terima kasih kepada menteri Malaysia (APPM), Kepala Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia, Menlu Philipina, Komandan Pasukan Komando Mindanao Barat (Westmincom) dan anggota keluarga prajuritnya yang ikut gugur dalam operasi pembebasan sandera WNI atas jasa-jasanya membela nelayan Indonesia,”ujar Hehanussa.

Baca Juga  Jelang Kampanye Pilkada Kepuluan Sula, Zulfahri Abdullah Akui Tak Punya Persiapan Khusus

Abdussalam Hehanussa menambahkan, Belain sebagai organisasi kemasyarakatan juga menyerukan kepada semua ormas kepemudaan, ormas dan netizen medsos untuk ikut aktif mengkampanyekan aksi solidaritas ASEAN, dan meningkatkan kerjasama kebudayaan, kapasitas ekonomi dan politik dalam menghadapi dampak ancaman geo-strategis di kawasan Asia Tenggara. (red/rtm)