Selain itu, dalam bulan Ramadan, umat muslim diajak untuk merenungkan kembali pengetahuan yang dimiliki. Al-Attas berpendapat bahwa ketidakadilan seringkali berasal dari kebodohan (jahl) dan ketidakmampuan untuk memahami hakikat realitas. Di bulan Ramadan, umat muslim diingatkan untuk mendalami ilmu yang dapat membawa mereka lebih dekat kepada Tuhan.
Pembelajaran selama bulan suci ini bukan hanya terbatas pada ilmu agama, tetapi juga pada pemahaman yang lebih mendalam tentang tatanan alam semesta dan hubungan antara ciptaan dan Pencipta. Sehingga, pengetahuan yang benar menjadi kunci untuk mengatasi ketidakadilan dan mencapai kesejahteraan yang sejati, baik dalam konteks pribadi maupun sosial.
Keadilan sosial dalam pandangan Al-Attas sangat terkait dengan penerapan adab dalam kehidupan sehari-hari. Ramadan adalah waktu yang sangat baik untuk melatih diri dalam berperilaku adil, baik dalam hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, maupun alam semesta. Menghormati hak orang lain, berbagi dengan yang membutuhkan, dan menjaga etika dalam bertindak adalah bentuk implementasi dari keadilan yang diajarkan oleh Al-Attas.









