“Jangan sampai menunggu ada korban kecelakaan baru kemudian dilakukan perbaikan. Keselamatan mahasiswa dan seluruh pengguna jalan harus menjadi perhatian,” tegas Alfian kepada Porostimur.com, Jumat (6/11/2026).
Ia menjelaskan, lubang pada badan jalan dapat menyebabkan pengendara kehilangan keseimbangan, terutama ketika harus menghindarinya secara tiba-tiba.
Risiko tersebut semakin besar ketika hujan turun. Genangan air berpotensi menutupi lubang sehingga pengendara kesulitan memperkirakan kedalaman dan kondisi permukaan jalan.
Mahasiswa Minta Rektor Turun Langsung
Alfian secara khusus meminta Rektor Universitas Pattimura, Prof. Fredy Lewakabessy, M.Pd., agar turun langsung meninjau kondisi infrastruktur jalan di lingkungan kampus.
Ia berharap pimpinan universitas tidak hanya menerima laporan, tetapi juga memastikan adanya tindakan nyata untuk mengatasi kerusakan yang dikeluhkan mahasiswa.
“Sebagai pimpinan universitas, Rektor perlu melihat persoalan ini sebagai sesuatu yang serius. Kami berharap ada perhatian dan tindakan nyata, bukan sekadar dibiarkan begitu saja,” ungkapnya.
Menurut Alfian, kampus seharusnya menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh sivitas akademika. Karena itu, kelayakan infrastruktur jalan merupakan bagian penting dari fasilitas dasar yang harus diperhatikan untuk menunjang aktivitas pendidikan.









