Bentrok Pecah di Pemakaman Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh, Peti Mati Sempat Jatuh

oleh -74 views
Link Banner

Porostimur.com, Yerusalem – Pemakaman jurnalis media Al Jazeera diwarnai bentrokan. Polisi anti huru-hara Israel pada Jumat 13 Mei 2022 mendorong dan memukuli para pelayat dan mereka yang mengusung peti mati berisi jenazah Shireen Abu Akleh yang tewas ditembak.

Mengutip VOA Indonesia, Sabtu (14/5/2022), insiden ini sempat membuat peti jenazah Shireen Abu Akleh sempat jatuh sementara para pelayat melindungi diri dari pukulan polisi. Prosesi pemakaman yang mengejutkan ini mungkin menjadi “peragaan nasionalisme” Palestina terbesar di Yerusalem dalam satu generasi.

Insiden kekerasan ini menambah rasa duka dan kemarahan di seluruh dunia Arab setelah kematian Abu Akleh, yang menurut beberapa saksi mata dibunuh oleh pasukan Israel Rabu lalu 11 Mei dalam suatu serangan di Tepi Barat yang diduduki Israel. Mereka juga menggambarkan keprihatinan mendalam atas Yerusalem timur, yang diklaim oleh Israel dan Palestina, dan telah berulangkali memicu aksi kekerasan.

Baca Juga  Egy Maulana Vikri Cetak 2 Gol dan 2 Assist, Lechia Gdansk II Menang Telak

Jurnalis Shireen Abu Akleh yang berusia 51 tahun, adalah nama yang menggema di seluruh dunia Arab, yang identik dengan liputan Al Jazeera tentang kehidupan di bawah pemerintahan Israel, yang telah berlangsung selama 60 tahun tanpa ada titik terang. Abu Akleh dihormati di Palestina sebagai pahlawan setempat.

Ribuan orang, yang sebagian besar mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan kata “Palestina! Palestina!” mengikuti prosesi pemakaman Shireen Abu Akleh, yang diyakini sebagai yang terbesar di Yerusalem sejak kematian Faisal Husseini, seorang pemimpin Palestina yang juga keturunan keluarga terkemuka di kawasan itu, pada tahun 2001.

Klaim Israel

Polisi Israel mengatakan kerumunan di rumah sakit, di mana jenazah Shireen Abu Akleh disemayamkan, telah meneriakkan kalimat-kalimat “hasutan nasionalis,” mengabaikan seruan untuk berhenti dan melemparkan batu ke arah mereka.

“Polisi terpaksa mengambil tindakan,” ujar polisi.

Baca Juga  In Memoriam Prof. Dr. Cornelis Lay

Mereka mengeluarkan video di mana seorang komandan di luar rumah sakit memperingatkan warga bahwa polisi akan datang jika mereka tidak menghentikan kalimat hasutan dan “lagu-lagu nasionalis” yang mereka gaungkan.

Seorang pejabat Israel mengatakan rincian prosesi pemakaman telah dikoordinasikan dengan keluarga sebelumnya untuk memastikan kelancaran acara. Tetapi “massa mulai berkumpul di sekitar mobil jenazah Shireen Abu Akleh dan kekacauan pun terjadi,” membuat prosesi pemakaman tidak berjalan sesuai rencana. Pejabat Israel ini berbicara dengan tidak menyebut nama.

Stasiun televisi Al Jazeera dalam sebuah pernyataan mengatakan, “Tindakan polisi Israel telah melanggar semua norma dan hukum internasional.”

“Pasukan pendudukan Israel menyerang mereka yang berduka atas mendiang Shireen Abu Akleh dengan menyerbu rumah sakit Prancis di Yerusalem, memukuli para pengusung jenazah dengan kejam,” tambah pernyataan itu. Jaringan itu juga mengatakan mereka tetap berkomitmen meliput berita dan tidak akan terusik dengan insiden yang terjadi. (red/liputan6/voa)

Baca Juga  Menteri KKP Ingin Mahasiswa Maluku Jadi Pengusaha Perikanan